Senin, 26 Maret 2018

BELUM PENUHI KUOTA, PENDAFTARAN PANWASLU DESA DIPERPANJANG





Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten (Panwaskab) Sleman memperpanjang masa pendaftaran dan penerimaan berkas Panwaslu Desa dimulai 27 Maret hingga tanggal 30 Maret 2018. Perpanjangan pendaftaran ini untuk memberi kesempatan masyarakat berpartisipasi menjadi pengawas pemilu di tingkat desa.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Panwaskab Sleman, ditemui dikantornya, Jl. Rajimin Sleman mengatakan sesuai juknis Bawaslu DY perihal pembentukan Panwaslu Desa, setiap desa minimal ada dua pendaftar. Kuota ini dimaksudkan agar ada kompetesi sehat dalam seleksi Panwaslu Desa. Namun hingga pendaftaran ditutup pada Kamis malam masih ada sejumlah desa yang belum bisa memenuhi kuota minimal dua. "Kami memperpanjang masa pendaftaran Panwaslu Desa hanya untuk desa yang belum memenuhi kuota saja," kata Vici Herawati.

Perpanjangan pendaftaran Panwaslu Desa di Kabupaten Sleman hampir merata di seluruh kecamatan. Ini didasarkan pada rekapitulasi pendaftar (24/3) yang diterima dari laporan Panwascam di kabupaten Sleman. Dari 86 desa di Kabupaten Sleman, tercatat mereka yang sudah mengembalikan berkas pendaftaran  ada 169 orang tersebar di 82 desa, jadi masih ada 4 desa yang belum ada pelamarnya. Sementara jumlah desa yang sudah menenuhi kuota pendaftar, dua orang per desa ada lima puluh sembilan desa.

Sehubungan dengan minimnya pendaftar Panwaslu di tingkat desa di beberapa desa di Kabupaten Sleman, maka Pawaskab Sleman menginstruksikan Panwascam untuk memperpanjang masa pendaftaran. Desa yang belum memenuhi kuota dan diperpanjang pendaftarannya ada 27 desa tersebar di 11 kecamatan di antaranya Desa Balecatur dan Nogotirto (Gamping), Desa Sumberagung (Moyudan), Desa Margoluwih dan Margoagung (Seyegan), Desa Tirtoadi (Mlati), Desa Jogotirto (Berbah), Desa Selomartani (Kalasan), Desa Sukoharjo dan Sariharjo (Ngaglik), Desa Banyurejo, Margorejo, dan Mororejo (Tempel), Desa Candibinangun (Pakem) dan Desa Glagahharjo (Cangkringan).

Vici menjelaskan alasan yang melatarbelakangi mengapa panwaslu desa untuk Pemilu 2019 ini sepi peminat bahwa ada persyaratan pendaftaran yang menjadi kendala masyarakat Sleman untuk jadi Panwaslu Desa, “Informasi yang kami himpun dari Panwascam, banyak dari masyarakat yang ingin mendaftar, namun karena ada syarat usia minimal 25 tahun di saat pendaftaran sehingga membuat calon pendaftar kurang dari 25 tahun mengundurkan diri”.


Terlepas dari persyaratan usia 25 tahun untuk mendaftar jadi Panwaslu Desa, ada beberapa desa yang malah kebanjiran peminat empat sampai dengan tujuh pendaftar seperti Desa Sendangsari (Minggir), Maguwoharjo (Depok), Purwomartani dan Tirtomartani (Kalasan) Triharjo (Sleman) dan Sidoarum (Godean), Dengan adanya tambahan waktu pendaftaran ini diharapkan kepada masyarakat Sleman untuk memanfaatkannya dengan mendaftar di kantor Panwascam setempat dengan membawa berkas persyaratan sampai dengan 30 Maret 2018 Pukul 16.00, tambah Vici Herawati.


Berita  : Abdul Karim
Foto     : Lukman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERKAIT APK,PANWASLU SLEMAN PERINGATKAN TUJUH PARPOL YANG MEMBANDEL

Tanggal 18 Mei 2018, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sleman melayangkan Surat Peringatan 1 ( SP - 1 ) kepada tujuh Partai P...