Selasa, 12 Desember 2017

Masyarakat turut serta dalam Pengawasan Pemilu


Penyelenggara pemilu dilakukan oleh KPU Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). KPU dan Bawaslu memiliki hirarki kepemimpinan dari pusat hingga kelurahan.

Sebagai penyelenggara pemilu, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sleman (Panwaslu Sleman) gelar sosialisasi pengawasan dengan pemilih pemula pada Senin, (11/12) yang dihadiri oleh Guru PPKn Sekolah Menengah Atas dan perwakilan pengurus OSIS se-Kabupaten Sleman.

Setiap warga Negara memiliki kewajiban ikut serta dalam penyelenggaraan Pemilu agar berlangsung tertib. Ibnu Darpito, Ketua panwaslu Sleman menyampaikan kondisi keterbatasan SDM Penyelenggara Pemilu tidak memungkinkan jika pengawasan hanya dilakukan oleh Panwaslu, tetapi harus melibatkan setiap elemen masyarakat.

“Pemilu memberikan ruang keterlibatan rakyat secara langsung dalam menentukan pemimpinnya, Pemimpin yang akan menentukan nasib rakyat melalui kebijakan hukum yang sah.” Tambah Ibnu

M. Abdul Karim Mustofa, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga menyampaikan hal serupa. Dalam pemilu, masyarakat berdaulat untuk menentukan pemimpinnya dan ditangan rakyat-lah wajah Indonesia lima tahun kedepan.

Pada Rencana Tindak Lanjut (RTL), Karim mengajak peserta yang hadir untuk terlibat dalam Gerakan Seribu Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP) dengan menuliskan biodatanya di formulir. Di akhir penutupan acara, Karim mengampanyekan slogan untuk Pemilu 2019,“terima uangnya, laporkan pemberinya”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PANWASLU SLEMAN TEMUKAN RIBUAN DPS BERMASALAH

Panitia Pengawas Pemilihan Umum ( Panwaslu ) Kabupaten Sleman menemukan ribuan Data Pemilih Sementara ( DPS ) Pemilu 2019 yang bermas...